Belajar Bahasa Inggris: SIMPLE FUTURE TENSE

Untitled

SIMPLE FUTURE TENSE

Pola:
Kalimat Positif:
I/You/We/They/He/She/It + will + V1
I/We + shall + V1

Kalimat Negatif:
I/You/We/They/He/She/It + will not + V1
I/We + shall not + V1

Kalimat Pertanyaan Positif:
Will + i/you/we/they/he/she/it + V1
Shall + i/we + V1

Kalimat Pertanyaan Negatif:
Won’t + i/you/we/they/he/she/it + V1
Shan’t + i/we + V1

Terkadang kita menyingkat will menjadi ‘ll.
Contoh: I will  i’ll

Kegunaan dari SIMPLE FUTURE adalah:
– Memprediksikan peristiwa di masa depan.
Contoh: It will rain tomorrow [Besok akan hujan]
– Jika subyeknya ‘i’ atau ‘we’ sering memiliki arti keputusan yang spontan.
Contoh: I’ll buy you a TV tonight. [Saya akan membelikanmu sebuah TV]
– Menyatakan kehendak.
Contoh: I’ll wash the dishes [Saya akan mencuci piring]
– Dalam bentuk negatif, menyatakan ketidakinginan.
Contoh: My father won’t eat this porridge. [Ayahku tidak akan memakan bubur ini]
– Dalam bentuk pertanyaan dengan subyek ‘i’, menyatakan tawaran.
Contoh: Shall i open the door? [Akankah kubuka pintu?]
– Dalam bentuk pertanyaan dengan subyek ‘we’, menyatakan saran.
Contoh: Shall we go by bus? [Akankah kita pergi naik bus?]
– Dalam bentuk pertanyaan dengan subyek ‘i’, meminta arahan.
Contoh: What shall i do here? [Apa yang akan aku lakukan di sini?]
– Dengan subyek ‘you’, menyatakan perintah.
Contoh: You will buy the things that we need. [Kamu akan membeli hal-hal yang kita butuhkan]
– Dalam bentuk pertanyaan dengan subyek ‘you’, menyatakan undangan.
Contoh: Will you come to my birthday party? [Akankah kamu datang ke pesta ulang tahunku?]
– Menyatakan janji.
Contoh: You’ll be the one i choose. [Kamu akan yang menjadi satu-satunya yang kupilih]

Sebagai catatan, penggunaan shall umumnya menyatakan tawaran, saran, dan meminta arah. Shall umumnya hanya digunakan pada subyek ‘i’ dan ‘we’. Namun shall juga bisa digunakan pada subyek you, he, she, they tapi hanya terbatas pada puisi.

Will sering menunjukkan mengenai suatu fakta yang tak dapat kita kendalikan. Biasanya berupa prediksi.
Contoh:
Jakarta will stay cloudy dan windy tonight. [Jakarta akan tetap berawan dan berangin malam ini]
My grandfather will stay in my house for 2 weeks.    [Kakekku akan tinggal di rumahku selama 2 minggu]

Lalu, bagaimana dengan penggunaan to be going to?
To be going to digunakan pada kalimat yang berdasar pada kondisi masa kini yang tertuju pada masa depan. Artinya, penggunaannya berupa prediksi
Contoh:
It’s 8 AM already. We’re going to be late to school. [Sudah jam 8 pagi. Kita akan terlambat ke sekolah]
Look at the clouds! It’s going to rain! [Lihatlah langit! Hujan akan datang!]

To be going to juga digunakan untuk menyatakan maksud atau rencana di masa mendatang.
Contoh:
She is going to stay in Samarinda next year. [Dia akan tinggal di Samarinda tahun depan]
Are you going to visit Bangkok next week? [Apakah kamu akan mengunjungi Bangkok minggu depan?]

Ingat, sangat tidak bisa menggunakan to be going to go to …
Kita cukup hanya menggunakan ‘going to’ saja.

Contoh:
I am going to Chiang Mai tomorrow. [Saya akan pergi ke Chiang Mai besok]
He is going to the beach next summer. [Dia akan pergi ke pantai pada musim panas selanjutnya]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: