FAKTA SEPUTAR CANDI BOROBUDUR!!!

Untitled

 

Candi Borobudur
Candi Borobudur. Candi ini dulu sempat menjadi 7 Keajaiban Dunia kategori buatan manusia. Hingga kini, candi ini merupakan situs kuil Buddha terbesar di dunia. Candi Borobudur dibangun pada masa pemerintahan raja Samaratungga dari wangsa Syailendra pada tahun 824 Masehi di  Magelang, Jawa Tengah. Candi ini ditemukan terkubur di dalam rawa-rawa dan lumpur pada tahun 1814 oleh Thomas Stanford Raffles yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Jendral Britania Raya. Kemudian, eskavasi dilakukan. Pada tahun 1817, Raffles menuliskan buku The History of Java dan menuliskan nama Borobudur untuk pertama kalinya pada buku itu.

Tentang asal-usul nama Borobudur, masih simpang siur. Pihak Direktorat Jendral Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan menyatakan bahwa nama Borobudur diambil dari nama pohon Budur pada zaman dulu. Pohon Budur diduga merupakan pohon Bodhi yang merupakan pohon tempat sang Buddha bertapa di Asia Selatan. Namun, ahli lain menyatakan bahwa nama Borobudur diambil dari kata Biara dan Bidur. Biara artinya kuil, sementara Bidur artinya tempat tinggi. Nama Borobudur juga disebutkan dalam kitab Negarakertagama (karya Empu Prapanca pada tahun 1365) yang menyebutkan mengenai adanya bangunan suci umat Buddha Wajradhara yang bernama Budur.

Sebelum ditemukan oleh Sir Thomas Stanford Raffles, candi Borobudur digenangi oleh air dan rawa-rawa berlumpur. Belum ada yang tahu pasti tentang mengapa hal itu terjadi. Namun, diduga penyebabnya adalah karena kondisi geografis sekitar Borobudur yang terdapat 4 gunung (yakni Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing) dan 2 sungai (Progo dan Elo). Pada saat ditemukan, hanya puncak candi yang kelihatan yang membentuk seperti bunga teratai.

Susunan candi Borobudur terdiri dari 3 bagian, yakni:
– Kamadhatu = bagian bawah.
– Rupadhatu = bagian tengah.
–  Arupadhatu = bagian puncak.

borobudur-022

Sementara tingkatan candi itu sendiri terdiri dari 10 tingkat.
– 6 tingkat berbentuk persegi
– 3 tingkat berbentuk bundar
– 1 tingkat berbentuk stupa (di bagian puncak)

Total arca pada candi Borobudur ada 54o arca. Arca merupakan patung yang dibuat dari batu yang dibentuk menyerupai orang atau hewan.

Sementara di dinding candi terdapat banyak relief yang bercerita tentang kehidupan di dunia, suasana di surga, suasana di neraka, dan kisah hidup sang Buddha (Siddharta Gautama). Terdapat sekitar 2672 relief di dinding Borobudur.

Hal yang patut membanggakan dari Borobudur adalah candi ini dibangun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan juga bangunan katedral-katedral megah di Eropa. UNESCO menyatakan bahwa Borobudur merupakan ansambel relief Buddha terbesar dan terlengkap di dunia. UNESCO juga menobatkan Borobudur sebagai situs monumen Buddha terbesar di dunia.

Bahan dasar pembangunan Borobudur diambil dari batuan vulkanik sebanyak 60 ribu meter kubik dari aliran sungai Elo dan Progo.

Dari segi desain, candi Borobudur memiliki arsitektur yang luar biasa. Pengaturan tata letak batu diatur sedemikian rupa hingga membentuk satu kesatuan yang indah. Konstruksi dasar candi Borobudur merupakan gundukan tanah yang cembung ke permukaan lalu bagian atas diratakan untuk meletakkan batuan candi.

Borobudur

Hasil dari penelitian mengenai batuan candi Borobudur menghasilkan bahwa:
Batuannya berjenis  andesit.
Kadar porinya sekitar 32%-46% atau berporositas tinggi.
Antara lubang pori satu dengan yang lain tidak berhubungan.
Kuat tekannya tergolong rendah jika dibandingkan dengan kuat tekan batuan sejenis.
Kuat tekan minimum sebesar 111 kg/cm2 dan kuat tekan maksimum sebesar 281 kg/cm2.
Berat volume batuan antara 1,6-2 t/m3.

Batuan yang digunakan merupakan batuan yang memiliki pori banyak, dan ringan. Batuan tersebut digunakan sebagai dasar pembuatan patung dan relief candi Borobudur. Setiap batu hanya ditumpuk di atas batu lainnya tanpa menggunakan semen perekat. Pola penyusunan candi ini sangat terampil sehingga tumpukan batu itu tidak pernah lepas. Hal inilah yang membuat candi Borobudur begitu istimewa di mata dunia karena mampu bertahan hingga ribuan tahun.

Borobudur.original.4610

Batuan memiliki berat jenis 1,6 – 2,0 ton / m3. Ini berarti batuan yang ringan. Kenapa dipilih yang ringan karena jumlah batuan banyak (2 juta potong batu) yang diangkat dan dipasang pada medan yang berbukit. Batuan yang ringan akan menyelesaikan masalah kesulitan pengangkutan atau transportasi dan kemudahan pemasangan. Batuan yang ringan juga berarti secara keseluruhan berat candi juga akan ringan. Ringannya konstruksi candi sangat membantu dalam mengatasi risiko kegagalan konstruksi candi terutama dalam hal geser tanah pendukung.

Batuan memiliki kadar pori 32% – 46%. Batuan bisa dikatakan memiliki tingkat porositas tinggi. Kenapa harus yang memiki porositas tinggi, bisa jadi (dalam pendapat saya) adalah untuk memudahkan dalam membentuk ukuran batu, membuat batuan yang berfungsi sebagai pengunci antar batuan, membuat relief yang jumlahnya sangat banyak, serta untuk memudahkan dalam membuat arca.

Candi Borobudur

Batuan memiliki kuat tekan 111 kg/cm2 hingga 281 kg/cm2 atau jika dirata-rata sekitar 196 kg/cm2. Tergolong batuan dengan kuat tekan yang rendah. Hal tersebut mungkin dimaksudkan juga untuk memudahkan pelaksanaan dalam membuat potongan batu, pengunci, relief dan arca. Kita ketahui bahwa untuk membentuk batuan menjadi relief misalnya, batuan tersebut haruslah mudah untuk dibentuk. Tingkat kekerasan batuan akan menjadi pertimbangan. Umumnya kuat tekan yang tinggi memiliki properties lain yang tinggi pula. Dengan kuat tekan batuan candi yang tergolong rendah berarti tingkat kekerasan permukaan batuan pun cukup untuk dibentuk dengan alat kerja yang ada pada saat itu.

Boro Bidur

Lubang pori yang satu dengan yang lain yang tidak terhubung. Bisa jadi ini menjadi kriteria untuk membuat atau membentuk batuan, relief, dan arca agar tidak mudah pecah atau patah. Terhubungnya lubang pori tentu akan membentu perlemahan pada batuan yang apabila diberikan tekanan tertentu akan mudah pecah dan patah.

Candi Borobudur kita begitu hebat, bukan?

Candi Boro Budur

borobudur-indonesia6
borobudur-temple-arial-view-java-indonesia-asia-c-800
borobudur-yogyakarta-indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: