PROJECT 1st ANNIVERSARY 2PM HOTTEST FAMILY

Happy Anniversary 2pm Hottest Family!!

Annyeonghaseyo Hi-Fams… menber setia Group/Page 2PM HOTTEST FAMILY. Untuk memperingati hari jadi yang pertama, kami selaku admin Grup/Page Hottest Family akan bagi bagi hadiah kepada para member hottest family tercinta. Kami akan mengadakan Lomba membuat FF (FanFiction). Adapun syarat dan ketentuannya sebagai berikut:

[ PROJECT 1st ANNIVERSARY 2PM HOTTEST FAMILY ]

1. Bikin FF ( Fan Fiction ) bertemakan FRIENDSHIP (persahabatan). Kalau ceritanya bagus tapi tidak nyambung, maka pihak admin tidak akan memilih.

2. Oneshoot Story

3. Jika kamu memakai kalimat atau kata berbahasa Korea, harap penjelasan sebelum cerita kamu tulis..

4. Penulisan kalimat tidak boleh disingkat (cth : yg , dsb , km , ak , dmn)

5. Penggunaan huruf dan tanda baca yang benar.

6. Cerita harus Orisinil. Karya diri sendiri dan belum diposting di fanpage manapun..

7 . NO YADONG !! Jika menurut admin ada menjurus-jurus ke sana, langsung didiskulifikasi

8. Pemeran tokoh dalam cerita adalah 2PM ( LENGKAP ) dan admin 2PM HI fams , dan inilah nama2nya
– PARK CHIE EUN
– PARK DONG MI
– PARK HYE MI
– PARK YOUNG SUN
– JUNG JIN MIN

9. Jangan lupa cantumin nama kamu di author ( penulis )

10 . Jangan lupa sebelum kamu memulai ff kamu di pojok kanan atas, tolong kasih tulisan. Di tengah-tengah juga boleh. Pokoknya sebelum kamu menuliskan ff kamu.

11 . Kamu bisa menulis FF pada catatan/note pada akun Facebook kami dan menandai para admin Hottest Family agar bisa membaca FF karya kamu.

Yang belum berteman silahkan add facebooknya..

Mimi WooMbem Cokin’s

Mya Fitrya

Chie Astiti

Della Shaqienna

Juan Tobing

Phiia Sii Phiia

12 . Keputusan Admin Mutlak Tidak dapat di ganggu gugat oleh siapapun.

Pengumuman akan di umumkan di page 2PM hottest Family, dan pemenang akan dihubungi langsung. Banyak hadiah menarik.. jadi jangan khawatir ya.. buatlah FF semenarik mungkin. So, Hi- Fams Happy WRITTING….

Gamsahamnida.

Debut S4

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, HyunA akan ambil bagian dalam album grup asal indonesia yaitu S4 untuk album debut mereka. Ternyata grup ini juga merilis album online mereka di situs musik Korea!

Dirilis pada tanggal 31 Oktober, album mereka yang berjudul ‘Sexy, Sweet, Smart & Sentimental‘ memiliki lagu “Driving Me Crazy” dan “She Is My Girl“

S4 terdiri dari  (‘Sexy’ Firly, ‘Sweet’ Jeje, ‘Sentimental’ Arthur’, dan ‘Smart’ Alif).

S4 – She Is My Girl (Feat. Hyuna 현아 of 4Minute) (English Ver.)

S4 – Driving Me Crazy (Indonesia Ver.)

S4 – She Is My Girl (Feat. Hyun
SOURCE: KoreanIndo

Current Ranking of MAMA 2012

Hello guys! (Hello teman-teman!)
Since 23 October 2012, MNet has opened the voting of MAMA 2012. (Sejak 23 Oktober 2012, MNet telah membuka voting MAMA 2012.)
So, let’s vote now! (So, ayo vote sekarang juga!)

Here is the current ranking of MAMA 2012. (Berikut ini adalah urutan terbaru dari MAMA 2012), 24 October 2012: Baca entri selengkapnya »

Menjadi Murid Kristus

MENJADI MURID KRISTUS

Murid Kristus? Mungkin kata-kata ini agak terasa berat bagi orang-orang awam. Banyak orang berpikir bahwa menjadi murid Kristus itu harus mengemban tanggung jawab yang besar dan berkomitmen dalam diri pribadi, dan merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal, sebenarnya anggapan ini salah. Tuhan memilih kita untuk menjadi murid-murid-Nya adalah sesuai dengan kemampuan kita.

Bila kita melihat kehidupan murid-murid Yesus yang pertama, umumnya adalah nelayan (penjala ikan). Lalu Tuhan Yesus menghendaki mereka menjadi penjala manusia. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa Yesus memberikan tanggung jawab sesuai dengan apa yang mereka mampu lakukan, begitu juga dengan kita. Dan hal penting yang harus kita perhatikan di sini adalah Yesus sendirilah yang memilih kita untuk menjadi murid-murid-Nya. Namun, kita juga punya pilihan tanpa paksaan. Sehingga semuanya itu tetap bergantung pada kita apakah mau menjadi murid-Nya atau tidak.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali orang terlalu disibukkan dengan pekerjaan atau kegiatan duniawinya dan melupakan Tuhan dalam kehidupannya. Mereka terlalu sering untuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal, ketika kita mengikut Yesus dan menjadi murid-Nya, kita tidak akan pernah merasa kekurangan, karena kita selalu mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

Saat menjadi murid Kristus, kita juga harus meninggalkan orangtua dan teman-teman. Tapi arti “meninggalkan” di sini bukanlah tidak memedulikan sama sekali orangtua atau teman-teman. Tapi hal ini lebih menjurus pada arti cinta kita yang melebihi cinta kepada orangtua dan teman-teman. Dan kita juga harus menyangkal diri (Markus 8:34), yakni kita harus meninggalkan hal-hal duniawi dan menganggap hanya Yesuslah yang benar. Kita harus menanggalkan manusia lama dan hanya tertuju pada Yesus.

Dalam kitab Injil (Markus 1:16-20) terlihat jelas bahwa Yesus sendirilah yang memilih murid-murid-Nya. Dan para murid-Nya pun dengan seketika menerima tawaran Yesus tersebut. Mungkin banyak orang berpikiran mengapa mereka menerima tawaran Yesus, sementara mereka belum mengenal Yesus terlalu dalam. Mengapa mereka rela meninggalkan pekerjaan mereka yang merupakan sumber nafkah mereka dan memilih mengikuti Yesus?

Ini berkaitan dengan tradisi Yahudi jaman dahulu. Kehidupan umat Yahudi jaman dahulu sangat relijius. Banyak orangtua (baik dari golongan bawah hingga golongan atas) mengirimkan anak-anak mereka untuk belajar tentang hal-hal kerohanian dan belajar memahami Taurat. Kebanyakan orang Yahudi bercita-cita menjadi seorang Rabi atau Ahli Taurat, karena pada masa itu kedudukan itu sangat dihormati. Jadi para murid Yesus juga termasuk di antara orang-orang yang ingin belajar itu. Mereka sempat dikirim untuk belajar. Namun, karena keterbatasan ekonomi, mereka kembali lagi kepada keluarga mereka dan menjadi nelayan.

Tapi suatu ketika ada seorang Rabi besar yang namanya sudah terkenal di mana-mana. Dia adalah Yesus yang sudah belajar mengenai Taurat sejak dia kecil, sehingga dia diberi julukan sebagai Rabi besar ketika dia berusia 30 tahun. Yesus memanggil sendiri para murid-Nya tentu merupakan suatu kehormatan bagi para murid Yesus untuk mengikut Yesus. Tanpa pikir panjang lagi, mereka mengikuti Yesus yang pada saat itu adalah salah satu Rabi yang sangat dihormati. Pada masa itu, ketika murid (talmidim) ingin belajar dari rabinya, maka mereka umumnya mengikuti rabi mereka ke manapun rabi itu pergi. Begitu pula dengan para murid Yesus. Mereka mengikuti Yesus setiap hari dan di mana pun Yesus berada.

Tingkatan pembelajaran dimulai dari tingkatan Beth-Sefer pada usia 5 hingga 10 tahun di Sinagoge. Mereka dilatih untuk menghapal 5 kitab Taurat. Lalu, murid-murid dari kalangan menengah ke bawah akan kembali kepada orangtua (kembali ke kehidupan semula). Hanya orang-orang yang mampulah yang akan belajar ke tingkatan selanjutnya, yakni Beth Midrash hingga menguasai interpretasi dan aplikasi Taurat serta seluruh kitab Perjanjian Lama.

Pada tahapan tersebut, talmidim itu sendiri yang akan memilih rabinya dan memohon apakah mereka layak dijadikan talmidim. Jika terpilih, maka mereka akan mengikuti rabi mereka dan hidup bersama rabi. Pada tingkatan terakhir yakni Beth Talmud, ini adalah tingkatan yang sangat mulia dari tingkatan menjadi talmidim. Pada tahapan inilah kelak mereka bisa menjadi rabi.

Yesus baru menjadi seorang Rabi ketika berusia 30-an. Rabi Yesus memiliki keunikan tersendiri, yakni Dia memiliki kuasa dan bisa melakukan mukjizat, hal yang tidak umumnya dimiliki seorang rabi. Ketika itu, Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohannes sudah kembali pada orangtua mereka dan kehidupan semula. Tetapi ketika Yesus memilih mereka, mereka kaget dan sangat kegirangan. Biasanya jika seorang Rabi memilih Talmidim (seperti pada tahapan Beth Midrash) itu adalah tawaran yang sangat mulia di mata orang Yahudi pada masa dulu.

Perbedaan lainnya adalah umumnya seorang rabi berjalan di depan para muridnya, dan para muridnya mengikuti dari belakang. Tapi Yesus sendiri berusaha masuk ke dalam hati para murid-Nya dan para murid-Nya tinggal di dalam Dia (Yoh 15:5 dan Yoh 14:12). Dari ayat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kita pun bisa sama seperti Dia, karena kita merupakan bagian dari Tubuh-Nya.

Kita sebagai murid Kristus adalah orang-orang yang seharusnya sudah percaya kepada-Nya. Karakter-karakter murid Kristus terdapat pada Matius 5:1-12.

  1. Miskin di hadapan Allah (5:3), artinya adalah pengakuan dengan rendah hati bahwa kita lemah, berdosa, tak berdaya dan ingin bergantung dan berharap kepada Tuhan secara total.
  2. Berdukacita (5:4), yakni kesedihan yang erat hubungannya dengan kemiskinan rohani. Mereka yang berdukacita bukan saja berhubungan dengan pertobatan dari dosa pribadi, tetapi juga dengan keadaan sekitar.
  3. Lemah lembut (5:5), yakni suatu sikap penguasaan diri, tidak dendam, dan bermotivasi baik terhadap orang lain.
  4. Lapar dan haus akan kebenaran (5:6), memiliki makna hubungan yang benar dengan Allah, sikap dan perbuatan yang berkenan kepada Allah, dan hubungan dengan sesama manusia.
  5. Murah hati (5:7), yakni suatu kemampuan untuk masuk ke dalam situasi (memahami, bersimpati, berempati) lalu melakukan hal-hal kebaikan.
  6. Suci hati (5:8), yakni berarti memiliki hati yang sangat tulus dan tidak munafik. Hal ini bukan saja menunjukkan kepada sesuatu yang bersifat internal, tapi juga eksternal.
  7. Membawa damai (5:9), yakni secara aktif melakukan perdamaian, memulihkan situasi dan kondisi di mana kedamaian sudah retak. Berbeda dengan “pencinta damai” yang hanya pasif.
  8. Dianiaya oleh sebab Kebenaran (5:10), yakni mengalami penganiayaan, penghinaan, ejekan, dan penderitaan. Ini merupakan “harga” yang harus dibayar oleh seorang murid ketika mengikut jejak gurunya.

Lalu bagaimana dengan kehidupan murid Kristus? Ada banyak hal yang terjadi ketika kita memilih untuk menjadi murid Kristus:

  1. Menyangkal diri (Luk 9:23), yakni menolak keinginan daging dan menerima kehendak Allah.
  2. Memikul salib setiap hari (Luk 9:23; 14:27), yakni menanggung penderitaan sebagai murid Kristus.
  3. Meneladani sang Guru (Luk 9:23; 14:27), yakni mengikuti pribadi, kehidupan dan pelayanan Tuhan.
  4. Kasih yang utama (Luk 14:26), yakni lebih mengasihi Tuhan daripada siapa pun. Kata “membenci” lebih menjurus pada arti “mengasihi lebih sedikit”.
  5. Penyerahan diri yang mutlak (Luk 14:33), yakni ketergantungan penuh pada Tuhan Yesus, sebab kita semua adalah telah menjadi milik Kristus secara mutlak.
  6. Saling mengasihi (Yoh 13:34-35), yakni mengasihi orang lain tanpa pamrih.
  7. Tinggal di dalam Firman (Yoh 8:31-32), yakni bersikap menerima keseluruhan ajaran dari Kristus. Karena Firman yang dimaksud adalah Kristus sendiri. Jadi untuk bisa tinggal bersama Kristus, kita harus tinggal di dalam Firman, setia dan taat pada ajaran sang Guru.
  8. Komitmen tanpa syarat (Luk 9:57-62), yakni menjadi murid Kristus adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Asal-Muasal Hangeul

Hangul is the native script of Korea, created in the mid fifteenth century under King Sejong, as both a complement and an alternative to the logographic Sino-Korean hanja. Initially denounced by the educated class as eonmun (vernacular writing), it only became the primary Korean script following independence from Japan in the mid-20th century. Baca entri selengkapnya »

LEARNING KOREAN LANGUAGE: PART 2

“VERB”
In English, we already have known the type of verbs (Present, Past, and Future from). In Korean, there are three type of verbs, too. But, it is not according to the tenses, but according to last vowel.

Verb type 1:
Every verb that has the last vowel “a” and “o”.
Example:
Ga-da (가다) = to go
O-da (오다) = to come
Sal-da (살다) = to live(In this case, Baca entri selengkapnya »